PTPN IV (Persero) didirikan berdasarkan PP No. 09 tahun
1996 tentang penggabungan kebun-kebun yang berada di wilayah Sumatera Utara dan
merupakan penggabungan dari 3 (tiga) PTP, yaitu PTP VI, PTP VII, dan PTP VIII,
sesuai Anggaran Dasar PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) yang beberapa kali
telah dirubah dan telah diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik
Indonesia (TBN-RI) No. 90 tanggal 7 Nopember 2008.
PTPN IV (Persero) memiliki 35 Unit Usaha dan
3 Proyek Pengembangan yang terletak di 10 Kabupaten/Kota, yaitu Kabupaten
Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Asahan, Labuhan Batu, Toba
Samosir, Padang Lawas, Mandailing Natal dan Kota Medan.
PTPN IV (Persero) mengelola 15 Unit Pabrik
Kelapa Sawit (PKS) dengan kapasitas total 560 ton Tandan Buah Segar (TBS)
perjam, 3 unit Pabrik Teh dengan kapasitas total 226 ton Daun Teh Basah (DTB)
perhari, dan 1 unit Pabrik Pengolahan Inti Sawit dengan kapasitas 400 ton
perhari.
PTPN IV (Persero) didukung oleh 1 Unit Usaha
Perbengkelan Pabrik Mesin Tenera (PMT) Dolok Ilir dan 3 Unit Usaha Rumah Sakit
yaitu RS. Laras, RS. Balimbingan dan RS. Pabatu.
PTPN IV (Persero) memiliki 2 anak perusahaan
yaitu PT. Pamina Adolina yang bergerak dibidang pengolahan CPO dan PT. Sarana
Agro Nusantara (PT. SAN) yang bergerak dalam bidang jasa tangki timbun dan
pemompaan CPO.
PTPN IV (Persero) juga ikut dalam penyertaan
saham dengan PTPN III (Persero) dan Koperasi Karyawan Nusa Tiga, pada PT. ESW
Nusantara Tiga, yang bergerak dalam bidang usaha pengolahan serbuk Batang
Sawit, dan pada PT. Padasa Enam Utama yang bergerak di bidang usaha perkebunan
Kelapa Sawit.
PTPN IV
(Persero) melakukan restrukturisasi organisasi melalui pengelompokan Unit Usaha
ke dalam 5 (lima) Grup Unit Usaha (GUU) sebagai embrio Strategis Bisnis Unit
(SBU).