Senin, 24 April 2017
HOME
 
Profil Pusinfo Profil BUMN Perkebunan
 
Kamis, 18 Desember 2014, 07:44 WIB
Update data
Profil BUMN Perkebunan
terbaru:
PTPN II Medan
 



Sejarah Pendirian Perusahaan

PT Perkebunan Nusantara XIV (Persero) didirikan pada tanggal 11 Maret 1996 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 1996. Pendirian PT Perkebunan Nusantara  XIV (Persero) ini tertuang pada Akta Notaris Harun Kamil, S.H. Nomor 42 tanggal 11 Maret 1996.

Proses pembentukannya diawali dengan pengelompokan 26 buah PT. Perkebunan (Persero menjadi 9 kelompok pada tahun 1994, sebagaimana ditetapkan dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 361/Kpts/07.210/5/1994 tentang Restrukturisasi BUMN Sektor Pertanian. Pengelompokan tersebut adalah dalam rangka optimalisasi skala usaha untuk meningkatkan daya saing menghadapi pasar bebas yang akan dimulai pada tahun 2004 (AFTA). Setelah tahap pengelompokan, maka pada tanggal 11 Maret 1996 dibentuklah 14 buah PT. Perkebunan Nusantara, salah satu diantaranya adalah PT. Perkebunan Nusantara XIV (Persero) yang merupakan penggabungan beberapa Badan Usaha Milik Negara bidang pertanian/perkebunan di Kawasan Timur Indonesia, meliputi :

  1. PT Perkebunan XXVIII (Persero)
  2. PT Perkebunan XXXII (Persero)
  3. PT Bina Mulya Ternak (Persero)
  4. Eks Proyek PT Perkebunan XXIII (Persero) di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.  
PT Perkebunan XXVIII (Persero)
Memiliki 3 unit usaha dengan luas areal 25.000 ha, yaitu :
  1. PKS Luwu I di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dengan luas HGU 9.037 ha, mulai tanam 1983, dan memiliki 1 pabrik kelapa sawit ( 30 ton TBS/jam);
  2.  Kebun Kelapa Hibrida dan Kakao di Mira (Minahasa dan Halmahera ) di Sulawesi Utara dan Maluku Utara dengan luas HGU 3.388 ha, mulai tanam tahun 1983.
  3. Kebun Awaya/Telpaputih dengan luas HGU 10.000 ha, di Amahai, Maluku Tengah, mulai tanam tahun 1983. Tanamannya adalah Kelapa Hibrida/Kakao 3.000 ha, Karet 1.486 ha, Kelapa Nias 100 ha dan Pala 275 ha. Sisa areal HGU yang belum diusahakan 5.063 ha.
PT Perkebunan XXXII (Persero)
Memiliki 3 unit usaha Pabrik Gula (PG) dengan luas areal HGU 25.579 hektar, yaitu :
  1. Pabrik Gula Bone, di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dengan luas areal HGU 7.771 hektar, didirikan tahun 1960 , dengan kapasitas 2.400 TCD
  2. Pabrik Gula Camming, di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dengan luas areal HGU 9.837 hektar, didirikan tahun 1981, dengan kapasitas 3.000 TCD
  3. Pabrik Gula Takalar, di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan dengan luas areal HGU 7.970 hektar, dengan kapasitas 3.000 TCD.
PT Bina Mulya Ternak (Persero) 
Mengelola 5 unit usaha peternakan di Sulawesi Selatan dengan luas areal 36.931 hektar, yaitu :
  1. Unit Maroangin dengan luas areal HGU 5.230 hektar di Kabupaten Enrekang
  2. Unit Sidrap dengan luas areal HGU 5.090 hektar di Kabupaten Sidrap
  3. Unit Sakkoli dengan luas areal HGU 4.583 hektar di Kabupaten Wajo
  4. Unit Keera, Pitumpanua dan Mamang Pajo dengan luas areal HGU 12.170 hektar di Kabupaten Wajo
  5. Unit ternak Kabaru dengan luas areal HGU 9.908 hektar di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur memiliki kapasitas tampung ternak 5.000 ekor.
PT Perkebunan XXIII (Persero)
Memiliki 4 unit usaha dengan luas areal 3.330 ha, yaitu, yaitu :
  1. Kebun Beteleme (karet) dengan luas areal HGU 2.509 hektar di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, mulai tahun 1982;
  2. Kebun Kolaka (kakao) dengan luas areal HGU 650 hektar di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, mulai tahun 1988;
  3. Kebun Jeneponto (kapas) dengan luas areal HGU 145 hektar di Kabupaten Jeneponto
  4. Kebun Kalosi (kopi) dengan luas areal HGU 26 hektar di Kabupaten Enrekang, Sulsel.


 
Kantor Pusat LPP / Jl. LPP No.1 (Jl. Urip Sumoharjo) Yogyakarta 55222 Telp.: +62 274 586201 / Fax: +62 274 5138469 / e-mail: pusat@lpp.ac.id
Hak Cipta © 2009. Lembaga Pendidikan Perkebunan. Hak Cipta Dilindungi.